Pages

Senin, 03 Oktober 2016

Proyek dan Resikonya

Pemerintah Menjamin Resiko Proyek Infrastruktur
Sejak 1 hingga 3 November mendatang, pemerintah Indonesia menggelar hajatan besar: Indonesia Infrastructure Summit 2006. Hajatan ini menawarkan 10 proyek infrastruktur senilai AS$ 4,5 miliar.




Ke-10 proyek itu adalah dua pembangkit listrik, dua proyek jalan tol , tiga proyek air minum, satu terminal feri, satu pelabuhan, dan satu proyek telekomunikasi. Selain itu, juga tengah disiapkan 101 potensi proyek lainnya senilai AS $ 14,7 miliar.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam penyediaan infrastruktur adalah masalah alokasi pembagian risiko. Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan jaminan atas risiko penyediaan infrastruktur. Jaminan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 38 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian dan Pengelolaan Risiko atas Penyediaan Infrastruktur.

Komitmen tersebut juga telah dikuantifikasi melalui pembentukan Dana Pembangunan Infrastruktur dan pengalokasian pembiayaan sebesar Rp 2 triliun dalam APBN 2007. Dana ini, di samping untuk alokasi investasi proyek infrastruktur pemerintah, juga akan digunakan untuk pembagian risiko dengan investor swasta.

Namun, mencermati pemberitaan belakangan ini, dimana banyak sekali permintaan jaminan pemerintah oleh para investor atas proyek infrastruktur menyiratkan bahwa risiko proyek infrastruktur tersebut masih tinggi. Di sisi lain, tidak semua risiko dapat dijamin oleh pemerintah karena keterbatasan anggaran.

Jaminan pemerintah atas risiko proyek infrastruktur juga telah diatur dalam Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan lnfrastruktur. Jaminan ini bersifat risk sharing yang hanya diberikan pada proyek kerja sama antara pemerintah dan BUMN, BUMD maupun koperasi.

Risiko yang dijamin oleh pemerintah mencakup risiko politik, risiko kinerja proyek, dan risiko permintaan. Risiko politik terkait antara lain dengan perubahan regulasi yang berdampak merugikan proyek infrastruktur. Risiko kinerja proyek terjadi, misalnya jika harga tanah lebih tinggi dari harga kontrak maka selisihnya akan ditanggung oleh pemerintah dalam persentase yang disepakati. Sedangkan risiko permintaan terjadi jika penerimaan atas pengelolaan infrastruktur lebih rendah dari rencana bisnis.

Risiko infrastruktur yang dijamin pemerintah menurut PMK No. 38/ 2006

Dikaitkan dengan permasalahan infrastruktur, terdapat beberapa risiko yang dapat ditanggung menurut PMK No. 38/2006. Tanah, misalnya, pemerintah akan menanggung sebagian kelebihan harga tanah. Masalahnya, PMK tersebut tidak otomatis bisa menyelesaikan masalah tanah, mengingat ketidakpastian terbesar soal tanah berada pada proses pembebasannya.

Contoh paling mutakhir adalah proyek Jakarta Outer Ring Road yang molor karena terganjal masalah pembebasan tanah. Agar terdapat kepastian masalah tanah, pemerintah perlu membebaskan tanah karena mempunyai perangkat otoritas misalnya melalui pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional. Setelah selesai dibebaskan, investor mengganti biaya pembebasan kepada pemerintah. Pola ini sangat mendukung rencana pembentukan Land Revolving Fund.

Namun, proses pemberian jaminan itu tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pada dasarnya proyek infrastruktur tersebut memenuhi empat persyaratan, yaitu proyek tersebut ada secara legal, punya pre-feasibility study, telah melalui konsultasi publik karena berhubungan dengan infrastruktur. Sehingga mereka layak masuk dalam program dukungan. Terakhir, proses lelang terbuka.

Selanjutnya, kata Menkeu, proyek akan disaring di dalam Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI)Komite ini memiliki unit untuk menguji dari sisi teknis, kelayakan proyek dan pengujian legalitas proyek. Setelah itu, Menkeu melalui risk management unit akan melihat sisi risiko apa yang dimintakan.

Kalau proyek membutuhkan demand risk (risiko permintaan, red), kita akan lihat assessment dari sisi demand, berapa kemungkinan yang akan terjadi danrisk arrangement. Ini berkaitan dengan masalah PSO (Public Service Obligation, red) dan lain-lain, katanya Menkeu di sela-sela Indonesia Infrastructure Conference & Exhibition di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (1/11).

Implikasi dari jaminan atas risiko adalah negara harus mengalokasikan dana untuk mengcover kemungkinan risiko terjadi, yang dibebankan pada APBN. Pemerintah telah melakukan penjaminan untuk proyek PLN 10.000 MW dan berkonsultasi kepada DPR.

Sri Mulyani menyatakan bahwa bentuk dukungan untuk 10 proyek model akan tergantung pada proyek tersebut. Pasalnya, ada berbagai macam proyek. Untuk dua proyek pembangkit, bentuknya seperti IPP. Saat sudah disetuju, Pemerintah akan lihat, mereka biasanya concern akan kemampuan PLN untuk membeli.

Untuk jalan tol, resiko akan berhubungan dengan tarif, dan mungkin demand. Untuk pelabuhan, lain lagi titik beratnya. Jadi ada berbagai risiko di masing-masing proyek yang membutuhkan evaluasi yang berbeda dan dukungan yang berbeda, kata Sri Mulyani.

Menurut Menkeu, Pemerintah telah menyisihkan Rp 2 triliun untuk 2006 dan Rp 2 triliun pada 2007. Angka ini akan dibagi pada pihak yang termasuk dalam dana garansi, lainnya akan masuk ke dana investasi infrastruktur. Kita tidak berkomitmen harus Rp 2 triliun tiap tahun. Tergantung pada bagaimana kita menerima risiko yang bisa dimaterialisasi dalam tiap tahun fiskal. Ini untuk membuat satu proyek menjadi menarik, kata Sri Mulyani.

Ketua Kamar Dagang Indonesia MS Hidayat menyatakan bahwa 10 model proyek infrastruktur yang ditawarkan sudah memiliki semua regulasi untuksupport letter atau aturan mengenai apa saja yg dibutuhkan untuk menjamin. Bahkan juga termasuk dukungan pemerintah di bidang financing terhadap risiko politik atau risiko yang nantinya harus dipikul oleh pemerintah. Sehingga proyek-proyek tersebut sudah bisa dijual secara detail.

Hidayat menjelaskan bahwa risk sharing merupakan salah satu kebijakan pemerintah membagi risiko dengan investornya. Dengan demikian, bila ada perubahan yang sifatnya politik, Pemerintah bisa mengambil alih risiko itu.Risiko ini tentunya di luar risiko-risiko yang murni bisnis.

Yang penting 10 model ini laku dan seluruh investor merasa puas dengan regulasinya. Model ini mau dipakai untuk yang berikutnya. Dari 101 proyek berikutnya mana yang lebih siap itu yang diajukan, kata MS Hidayat.

Sofjan Wanandi memaparkan bahwa sebelumnya investor mempersoalkan masalah tanah untuk pembangunan tol dan PLN. Selain itu, ada pula masalah tarif dan jaminan pemerintah jika PLN tidak bisa bayar. Sofjan menilai Pemerintah harus ikut turun tangan mengatasi masalah ini, karena proyek infrastruktur adalah tanggung jawab Pemerintah, di negara lain ada jaminan itu.

Saya pikir sebagian  jaminan ini sekarang terjawab, karena Pemerintah memberikan sebagian jaminannya, ada letter of comfort, termasuk persoalan tanah juga. Sehingga pemerintah yang membebaskan tanah, bukan swasta lagi. Ini semua menurut saya yang membuat jalannya proyek Infrastructure Summit lalu, kata Sofjan.


Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan bahwa untuk monorail sedang dikeluarkan Peraturan Presidennya. Saat ini surat sudah dikirimkan ke Pemerintah. Hal ini untuk landasan hukum agar bisa diberikan garansi oleh Pemerintah, untuk mengantisipasi jika jumlah penumpang kurang dari 160.000 penumpang per hari dalam 5 tahun beroperasi.

Itu kan awal-awalnya masih sulit mereka. Dan itu belum tentu terjadi. Share-nya dengan pemerintah 50:50. Pembangunannya selesai tidak tahu. Kalau berdasarkan administrasinya saya pikir pada 2008 baru jadi, kata Sutiyoso.

Sumber :
http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol15670/pemerintah-menjamin-resiko-proyek-infrastruktur


TANGGAPAN / KOMENTAR

Menanggapi kenyataan atau fakta bahwa proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang sampai saat ini belum semuanya terealisasi,sebagai contoh proyek monorail yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta "saat itu" Sutioso. menurut saya itu sangat me-mubazirkan anggaran yang sudah terlanjur dikeluarkan, apalagi danna yang dikeluarkan tidak sedikit. Terlebih dengan meninggalkan bekas-bekas puing beton yang menyebar didaerah Jakarta.   


Pemerintah mungkin bisa saja sukses merealisasikan proyek-proyek diatas jika lebih mempersiapkan rencananya matang-matang, semisal pembentukan timnya, perhitungan yang lebih akurat, mempertimbangkan semua resikonya matang-matang, dll.

Saya sebagai warga negara indonesia berdoa agar pemerintah lebih siap untuk kedepannya, terutama lebih siap dalam mensejahterakan warga-warganya.. Amin

Sekian tanggapan dari saya, tujuan dibuatnya tulisan ini hanya untuk melengkapi tugas softskill. 


Terimakasih






Selasa, 12 April 2016

A Difference IELTS and TOEFL


Toefl and ielts is a place where we can understand the extent of our own in writing , reading ,speaking, listening in english . But of course there is a difference between the two test the English.



  • Test toefl comes from the union , while test ielts comes from Uk and US
  • How do we will test toefl all the answers in the record straight by the computer. In contrast the test ielts where the answer we written and when the “speaking section” will in the value of directly by people who will listen to our answers.
  • The acquisition of the value of the highest for  toefl  maximum 120, every part has 30 points. The tes ielts gave the value of every part with the scores 0-9.
  • The test toelf using English America. While the test ielts using English british distinguishes speling, idiom and the way pronunciation.
  • The test foefl for two hours. While the test ielts for 2 hours 45 minutes.

Senin, 12 Oktober 2015

Virtual Machine

Kali ini Blog Pencari ilmu bakal ngebahas apa sih software virtual machine itu? Apa aja sih contoh software virtual machine itu? Dan apasih plus dan minusnya software-software virtual machine?
Okeh langsung aja deh:D

1. Apa sih Software Virtual Machine itu?

Virtual machine adalah sebuah software yang mempunyai kemampuan untuk membuat komputer virtual yang mempunyai kemampuan sama seperti komputer asli tergantung spesifikasi yang kamu atur dari software virtual machine itu sendiri. Secara singkat, kamu dapat membuat komputer di dalam komputer menggunakan software virtual machine.

2. Apa aja sih Software Virtual Machine?

Contoh software virtual machine yg saya tau sendiri sih cuma dua:D Yang pertama Virtual Box, dan yang kedua VMware Player.



3. Dan apasih plus dan minusnya Virtual Box dan VMWare Player?


  • Pertama-tama kita bahas plus-minusnya virtual box dulu.

Kelebihannya adalah:

1. Tidak perlu beli komputer/laptop untuk mencoba sistemoperasi maupun server baru. Cukup upgrade RAM atau hardisk untuk mendapatkan performa laptop yang bagus saat menjalankan virtualbox.

2. Dengan virtualbox ini opensource jadi tidak harus membayan lisensinya. Tidak seperti VMware yang harus banyar lisensi.

3. Image virtualbox Anda, bisa Anda gunakan dimesin lain yang sudah terinsall virtualbox. Tinggal play aja. Kalau misalkan aplikasi Anda, di deploy ke virtualbox, Anda dapat dengan mudah melakukan backup and restore. Jadi ga perlu bikin ulang dari awal.

Kekurangannya adalah:

1. Dibutuhkan spesifikasi laptop atau komputer yang lebih tinggi, terutama RAM sama hardisknya. Agar mesin virtualboxnya jalan dengan baik dan terasa kencang.

2. Tidak bisa capture sistem seperti vmware, musti clone VDI untuk menduplikasi disk virtualboxnya. Kalau di vmware, untuk duplikasi image filenya tinggal copy paste biasa.


  • Nah kalau plus-minusnya VMWare Player adalah sebagai berikut:

Kelebihannya adalah:

1. Mudah digunakan, pengaturan simpel sekali.

2. Fitur unity-nya luar biasa! Berbeda dengan fitur “Seamless Mode”-nya virtualbox. Bila di virtualbox taskbar windows masih ada, di vmware player mengintegrasikan aplikasi windows juga sekalian ke taskbar gnome.

3. Game yang fullscreen lancar walau agak lambat. Game AOE bisa berjalan, tapi respon kursor sangat lambat.

4. Untuk keperluan uji program (trial and error), tidak perlu me-restart PC untuk beralih sistem operasi (dual boot) atau berpindah komputer.

5. Dapat mengembangkan perangkat lunak multiplatform dengan cepat karena adanya lebih dari sistem operasi yang berjalaan bersamaan.

Kekurangannya adalah:

1. Berat, dan lebih lambat dari virtualbox. Respon grafis-nya juga terasa tersendat.

2. Terlalu simpel, sulit menemukan pengaturan yang lebih.

3. Tidak open source, komunitas Linux sangat tergantung ke vmware. Ini membuat bug yang muncul tidak bisa dengan cepat ditangani.

Cukup sekian deh kayanya pembahasan tentang virtual machine dan lain-lainnya:D Assalamualaikum Wr, Wb

Sumber :
www.winpoin.com
www.jejaring.web.id
www.virtualbox.org
www.vmware.com

Sabtu, 03 Oktober 2015

TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................. 1
BAB I ( Pendahuluan ) ................................................................................. 2
A.    Latar Belakang ........................................................................... 2
B.     Rumusan Masalah ...................................................................... 2
C.    Tujuan Pembahasan ................................................................... 3
BAB II ( Pembahasan ) ................................................................................ 4
A.    Pengertian Distribusi Frekuensi ..................................................... 4
B.     Menghitung Distribusi Frekuensi .................................................. 5

BAB III ( Penutup ) ...................................................................................... 8
A.    Kesimpulan ................................................................................. 8
B.     Saran ........................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 9




BAB I
PENDAHULUAN
                                                   
A. Latar Belakang                                                                 
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk mengambil rencana masa mendatang. Selain itu pimpinan mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan yang perlu dalam menjalani tugasnya. Statistika juga bias digunakan untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara lama
Untuk mengetahui hal-hal diatas, perlu diadakan penilaian dengan statistika. Kata statistika berarti kumpulan data, bilangan atau non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun diagaram. Statistika dibagi menajdi dua yaitu statistika induktif dan statistika deskriptif. Distribusi frekuensi dan ukuran gejala pusat merupakan bagian dari statistik deskriptif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan makalah ini.    
 
B. Rumusan Masalah               
Dari latar belakang dan identifikasi masalah yang ada maka rumusan masalah yang dugunakan adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan distribusi frekuensi?
2. Bagaimana cara membuat daftar distribusi frekuensi?
3. Bagaimana cara menghitung distribusi frekuensi?
4. Bagaimana cara menggambar histogram, poligon, ogive dan kurva?
  
C. Tujuan Pembahasan
Tujuan dari makalah ini, antara lain:
a. Memahami pengertian distribusi frekuensi.
b. Mengetahui cara membuat daftar distribusi frekuensi.
c. Mengetahui cara menghitung distribusi frekuensi.
d. Dapat menggambar histogram, poligon, ogive dan kurva.




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Distribusi Frekuensi

Distribusi  (bahasa inggris) berarti “penyaluran” pembagian atau pencaran  jadi distribusi frekuensi dapat diberi arti “penyaluran fekuensi“ pembagian frekuensi atau pencaran frekuensi dalam statistik distribusi frekuensi kurang lebih mengandung pengertian suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi, atau terpencar.
Distribusi frekuensi adalah penyusunan data dalam kelas-kelas interval.
Distribusi Frekuensi adalah membuat uraian dari suatu hasil penelitian dan menyajikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk yang baik, yaitu bentuk stastistik popular yang sederhana sehingga kita dapat lebih mudah mendapat gambaran tentang situasi hasil penelitian.
Jadi dapat disimpulkan distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Selanjutnya distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi dimana frekuensinya dijumlahkan secara meningkat dan kelas intervalnya terbuka, “ada kurang dari dan lebih dari”.
  • Data Mentah
Untuk memahami cara membuat Tabel Distribusi Frekuensi, berikut kumpulan data nilai ulangan IPA dari 18 siswa :

B.    Menghitung Distribusi Frekuensi

Ditinjau dari nyata atau tidaknya frekuensi, daftar distribusi frekuensi terbagi dua yaitu:
1.  Distribusi Absolut

Daftar distribusi absolut yaitu suatu jumlah bilangan yang menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu, apa adanya, contoh :

2. Distribusi Frekuensi Relatif

Distribusi frekuensi relatif yaitu suatu jumlah persentase yang menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Frekuensi relatif disingkat f atau f (%) karena biasanya dinyatakan dengan persen (%), ditentukan dengan aturan:

Frekuensi untuk data kita sebelumnya dapat dihitung dengan jalan yang sama. Contoh :
Ada lagi sebuah daftar yang biasa dinamakan daftar distribusi frekuensi kumulatif. Daftar distribusi frekuensi kumulatif dapat dibentuk dari daftar distribusi frekuensi biasa, dengan jalan menjumlahkan frekuensi demi frekuensi.  Dalam daftar distribusi frekuensi kumulatif  dikenal dua macam distribusi frekuensi, yaitu:
1.      Distribusi Frekuensi Kumulatif Negatif (lebih dari)
Frekuensi kumulatif positif (lebih dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua nilai amatan yang lebih dari atau sama dengan nilai tepi bawah pada tiap-tiap kelas. Frekuensi kumulatif positif dilambangkan f.>

2.      Distribusi Frekuensi Kumulatif Positif (kurang dari)
Frekuensi kumulatif positif (lebih dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua nilai amatan yang kurang dari atau sama dengan nilai tepi atas pada tiap-tiap kelas. Frekuensi kumulatif positif dilambangkan f.<
Sebagai ilustrasi, berbekal dengan data mentah diatas akan disusun tabel distribusi frekuensi kumulatif.







BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kata statistika berbeda dengan statistik. Statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan atau non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun diagaram. Dalam statistika dibagi menajdi dua yaitu statistika induktif dan statistika deskriptif. Distribusi frekuensi dan ukuran gejala pusat merupakan bagian dari statistik deskriptif.
Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Selanjutnya distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi dimana frekuensinya dijumlahkan secara meningkat dan kelas intervalnya terbuka, “ada kurang dari dan lebih dari.

B. Saran
Dalam membuat suatau daftar distribusi frekuensi kita harus memperhatikan dengan teliti langkah-langkah yang kita lakukan. Karena jika kita mempunyai data yang semakin banyak, maka kita harus semakin teliti dalam pengerjaannya.



DAFTAR PUSTAKA :

Sabtu, 25 April 2015

Meresensi Artikel

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
"Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

D. Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. "Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk"

E. Kepekaan Film (ISO)
Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

http://mylaut.blogspot.com/2008/02/teknik-dasar-fotografi.html
di 21.27 12
Diposkan oleh Zulkifli


LANGKAH-LANGKAH :  

1. Data Publikasi


 Judul  : Teknik Dasar Fotografi
Penulis                 : Zulkifli
Penerbit                : blogspot.com
Tanggal/No. : 06 Februari 2009
No. Halaman : -
Tema / Topik : Fotografi


2. Ringkasan

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik.Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. Fokus, Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur).

B. Eksposure / Pencahayaan, Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Apperture / Bukaan Diafragma, Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik. "Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

D. Shutter Speed / Kecepatan Rana, Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film.Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

E. Iso / Kepekaan Film, Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut.

3. Keunggulan

Kata-kata yang dipilih dalam penulisan artikel jelas dan mudah dipahami. Itu memudahkan para pembaca dalam memahami atau mengerti isi tulisan.

4. Kelemahan

Si penulis tidak memasukan gambar / foto kedalam artikel, sehingga artikel kurang atraktif.

5. Pendapat Akhir / Saran

Menurut saya si penulis menyantumkan gambar / foto di setiap bahasan. Misal, pada pembahasan Fokus dimasukan contoh foto dengan tingkat fokus yang bagus, begitupun dengan bahasan yang lainnya seperti Eksposure, Apperture, dll.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "